Senin, 04 September 2017

About Blok Sekutu dan Ringkasan Awal Mula Pecahnya Perang Dunia Kedua


Churchill, Roosevelt dan Stalin dalam Konferensi Yalta.
Februari, 1945. 

Allies, atau yang lebih dikenal sebagai Blok Sekutu, adalah kumpulan negara-negara di dunia yang menentang kekuatan Blok Axis (Blok Poros) pada Perang Dunia Kedua. Di dalam deklarasi 1 Januari 1942, Blok Sekutu juga dikenal sebagai "The United Nations".

Seperti yang diajarkan dalam pelajaran di sekolah-sekolah, Blok Sekutu adalah pihak "Protagonis" dalam Perang Dunia Kedua. Blok Sekutu pertama kali terbentuk setelah peristiwa serbuan Nazi Jerman ke Polandia pada 1 September 1939. Pada awalnya Sekutu hanya terdiri dari 3 negara, yaitu Perancis, Polandia dan Inggris. (Secara teknis, anggota Sekutu saat itu hanya Inggris. Karena pada awal 1940, Perancis dan Polandia sudah sepenuhnya jatuh ke tangan Nazi Jerman, dan hanya tersisa Inggris sebagai satu-satunya negara merdeka yang menentang Blok Axis)

Antara tahun 1938-1940, Nazi Jerman terus memperluas wilayahnya kesegala penjuru Eropa. Karena merasa terancam, banyak negara-negara Eropa Utara bergabung dengan Sekutu, diantaranya adalah Belanda, Belgia, Yugoslavia dan Yunani. Meskipun merasa sedikit terancam, Soviet saat itu tidak terlalu ambil pusing dan lebih memilih merundungkan perjanjian damai dengan Nazi Jerman untuk menjamin eksistensi negaranya. Meskipun sudah menandatangani banyak perjanjian damai, seperti Pakta Molotov-Ribbentrop, ketegangan antara Soviet dan Nazi Jerman semakin memanas.

Ketegangan antara kedua pihak mencapai puncaknya saat Jerman menyerbu Polandia pada 1 September 1939. 2 minggu kemudian, saat pasukan Hitler melanjutkan maju sampai ke kota Bialystok, Soviet memutuskan ikut bergabung dalam pertempuran dan meng-klaim bagian timur Polandia sebagai tanah jajahannya.

Dengan itu, Jerman terpaksa menarik mundur pasukannya sampai ke kota Lomza. Hitler dan Stalin kemudian sepakat membagi Polandia menjadi 2 bagian dan mengatur garis perbatasan baru dalam pakta Hitler-Stalin yang ditandatangani pada 28 September 1939. (Konon tak lama setelah itu, ada seorang perwira Jerman yang berkhianat kepada tentara Russia dan memberikan informasi bahwa Jerman akan menyerang Soviet. Informasi ini cepat tersebar sampai ke telinga Stalin. Stalin yang terlalu percaya dengan janji-janji manis sang Fuhrer tidak percaya dengan omongan si perwira, dan akhirnya Stalin memerintahkan anak buahnya untuk meng-eksekusi perwira Jerman itu karena dianggap mengadu domba)

Tak disangka-sangka pada 2 Juni 1941, Jerman bersama seluruh "kamerad"-nya termasuk Italia, Romania, Finlandia, Hungaria, Kroasia dan Sovakia melakukan penyerbuan besar-besaran ke perbatasan Soviet, penyerbuan tersebut dinamakan sebagai Operasi Barbarossa. Tidak tinggal diam, Stalin segera mendeklarasikan perang pada Nazi Jerman dan secara otomatis membatalkan perjanjian damai antara kedua pihak. Sadar mempunyai musuh yang sama, Komunis Soviet memutuskan untuk bergabung menambah kekuatan Blok Sekutu, bertempur bersama negara-negara yg notabene Kapitalis melawan musuh yang lebih berpengaruh, yaitu Fasis dan kaum ekstrem Sayap-Kanan.

Meskipun tahu "saudara tua"-nya di serbu habis-habisan dari udara oleh Jerman dalam Pertempuran Britania, Amerika Serikat masih tetap memilih berdamai dan tidak ikut campur dalam peperangan. Namun tak bisa dipungkiri juga, Amerika Serikat turut menyediakan alat-alat dan suplai militer untuk Sekutu. Amerika Serikat baru secara resmi masuk dalam jajaran kekuatan Sekutu setelah penyerangan oleh Jepang di Pearl Harbor pada 7 Desember 1941. Seragan tersebut membuka front baru dalam peperangan, yang awalnya hanya perang ber-skala benua Eropa, menjadi perang total diseluruh dunia.

Sebenarnya, di Asia, peperangan sudah pecah jauh-jauh hari bahkan sebelum Hitler naik ketampuk kekuasaan. Contohnya perseteruan antara China dan Jepang sudah terjadi sejak tahun 1931, dimana Jepang melakukan invasi militer dan melakukan aneksasi ke daerah Manchuria. Setelah peristiwa invasi tersebut, konflik China dan Jepang makin tidak karuan, dan berakhir pada deklarasi perang antara kedua belah pihak pada 1937. Perang tersebut dikenal sebagai Perang Sino-Jepang Kedua. Meskipun sudah lama berseteru dengan Jepang, tapi China baru bergabung dengan Sekutu pada tahun 1941. (Fun fact : Sebagian ahli sejarah menganggap Perang Sino-Jepang Kedua adalah awal dari Perang Dunia Kedua, sebagiannya lagi berpendapat bahwa Perang Dunia Kedua adalah terusan dari Perang Dunia Pertama, tetapi lebih banyak yang berpendapat bahwa Perang Dunia Kedua terpicu karena invasi Jerman ke Polandia pada 1939)

Bukan hanya China saja yang berkonflik dengan Jepang sejak lama. Antara 1932 sampai 1939, Soviet dan Jepang semakin bermusuhan karena sengketa perbatasan. Pertumpahan darah antara kedua belah pihak pun tidak bisa dicegah. Seperti pada Pertempuran Khalkin Gol, yang mana adalah insiden konflik perbatasan Jepang-Soviet paling berdarah. Lebih dari 50.000 jiwa melayang hanya untuk memperebutkan beberapa petak tanah. Untungnya menjelang Invasi Polandia, Soviet dan Jepang bersepakat mengakhiri permusuhan antar kedua belah pihak. Soviet dan Jepang tidak pernah lagi berseteru sampai akhir perang. 

Tetapi sebenarnya Soviet diam-diam menginginkan tanah Jepang. Buktinya, beberapa jam setelah Hiroshima di bom oleh sekutu, Soviet langsung menyatakan perang terhadap Jepang. Sementara pasukan Soviet sudah dikumpulkan di perbatasan Manchuria dan bersiap menyerang, Hirohito menyatakan menyerah pada Sekutu. Perang Dunia Kedua pun resmi berakhir dengan kekalahan pihak Axis, dan invasi Soviet pun tidak jadi dilakukan.




Daftar Negara Blok Sekutu
(berdasarkan Deklarasi 1 Januari 1942)

Negara Partisipan Utama :
- Amerika Serikat, Dipimpin oleh Franklin Delano Rosevelt
- Inggris, Dipimpin oleh Winston Churchill
- Soviet, Dipimpin oleh Joseph Stalin
- China, Dipimpin oleh Chiang Kai-Shek

(Keempat negara ini dijuluki sebagai "The Big Four", mereka adalah para pendiri organisasi PBB nantinya)

(Well... sebenernya julukannya adalah "The Big Three", karena China kemudian ikut gabung Sekutu beberapa saat setelahnya, jadinya diganti menjadi "The Big Four")


Negara Partisipan Minor :
- Perancis
- Australia
- Belgia
- Brazil
- Kanada 
- Kuba
- Cekoslovakia
- Yunani
- Luxemburg
- Mexico
- Belanda
- Selandia Baru
- Polandia
- Provinsi Republik Korea
- Afrika Selatan
- Norwegia
- Yugoslavia